Ramadhan merupakan bulan kesembilan di antara bulan-bulan Hijriah. Ia jatuh setelah bulan Sya’ban dan sebelum bulan Syawal. Ramadhan adalah bulan di mana al-Qur’an diturunkan, dan didalamnya Allah SWT. mewajibkan puasa. Dalam bulan yang mulia ini, Allah SWT. membuka pintu surga, menutup gerbang api dan setan dirantai.
Jumlah hari di bulan Ramadhan berkisar antara dua puluh sembilan dan tiga puluh hari. Nama Ramadhan merupakan bentuk tunggal (isim mufrad). Bentuk pluralnya adalah Ramadhanat, Armidhah, dan Ramadhina.
Istilah Ramadhan berasal kata Ramadh yang berarti intensitas panas matahari di atas hamparan padang pasir atau pada tempat lain. Jika dikatakan ramadha al-yaum berarti pada hari itu panasnya meningkat dan menjadi lebih intens. Rasulullah Saw, ketika memasuki orang-orang Quba dan mereka sedang shalat untuk Dhuha, mengatakan:
صَلَاةُ الأوَّابِينَ إذَا رَمِضَتِ الفِصَالُ
Sabda Nabi Saw tersebut memberikan pengertian bahwa shalat Dhuha dilakukan ketika sinar matahari mulai panas. Kata ramidhat al-fishal berarti selop unta muda yang terbakar karena panasnya pasir. Jika dikatakan armidhtuhu berarti saya telah membakarnya.
Banyak sejarawan percaya bahwa nama Ramadhan berasal dari Ramadhan yang berarti intensitas panas. Tidak ada bukti untuk penunjukan ini kecuali apa yang telah disebutkan mengenai nama-nama bulan ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab Hijaz. Yaitu, bahwa setiap bulan diberi nama sesuai dengan waktu yang sesuai.
Dalam Islam, Ramadhan dikaitkan dengan puasa. Tampaknya ada korelasi makna antara Ramadhan dengan puasa (shaum). Oleh karena itu, di bulan Ramadhan puasa dijalankan sebab (1) di dalamnya ada pembakaran dosa dan dosa; artinya, seorang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan-Nya; (2) bahwa bagian dalam (kerongkongan) orang yang berpuasa sangat panas; dan (3) bahwa hati seorang yang berpuasa di dalamnya terbangun dan dipengaruhi oleh panasnya kebaikan sebagaimana panas matahari mempengaruhi batu-batu dan pasir.
Dalam literatur-literatur Islam, bulan Ramadhan memiliki banyak nama. Menurut Riwayat terdapat 60 nama untuk menyebut bulan Ramadhan. Diantaranya, syahr Allah (bulannya Allah), syahr al-Ala’, Syahr al-najat (bulan keselamatan), syahr al-Qur’an, syahr al-muwasat (bulan penghiburan), syahr al-ridhwan, syahr al-shumt (bulan hening), syahr al-shaun (bulan penjagaan), syahr al-guhfron (bulan ampunan), syahr al-muthahhar (bulan yang menyucikan), syahr al-syafa’ah, dan lain sebagainya.