MUI KOTA MALANG — Untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui inovasi usaha dan dunia bisnis bagi sentra industri rumah tangga khususnya bagi pondok pesantren, MUI Kota Malang gelar Workshop Bisnis Aplikasi Syariah pada Selasa (5/12/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku UMKM di Kota Malang khususnya dari kalangan Pondok Pesantren. Sebagian besar peserta antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap agar pelatihan ini dapat memberikan masukan berharga untuk mengembangkan industri rumah tangga (home industry) dan usaha kecil mikro di Pondok Pesantren, sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih unggul dan dapat bersaing lebih baik di pasar.
Acara berlangsung di Hotel Trio Indah 2 Jl. BS. Riadi Kota Malang. Peserta yang hadir sebagian besar terdiri dari unsur santri yang menangani usaha di pesantren masing-masing. Salah satu peserta dari PPTQ Nurul Furqon 2, tertarik hadir untuk mempelajari bagaimana merumuskan model bisnis yang dapat membantu usahanya meraih pangsa pasar yang lebih luas.
Penanggung jawab kegiatan Dr. KH. M. Qusyairi, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk diadakan agar mindset masyarakat, khususnya di dunia pesantren tidak hanya berkutat pada teori ilmu agama saja akan tetapi bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait bagaimana membangun perekonomian ummat yang saat ini sudah mulai beralih di dunia digital. Tentunya yang berpegang teguh kepada prinsip-prinsip syariah.
Bahkan dalam kesempatan yang sama, sekretaris umum MUI kota Malang Ir. H. Baroni MM., yang juga merupakan pelaku usaha mengkritisi bahwa saat ini banyak sekali platform atau iklan suatu produk yang kadangkala antara kenyataan dengan yang diiklankan tidak sesuai baik kualitas maupun hasilnya. Maka hal ini harus menjadi pertimbangan penting bagi pelaku usaha, khususnya kalangan pesantren agar selalu menjaga kualitas produknya.
Kegiatan ini meliputi ceramah, tutorial, diskusi, serta pendampingan penyusunan template Business plan. Materi pertama disampaikan oleh ibu Rina Noviani selaku Founder Tusedo Training Centre, yang mana banyak berbagi pengalaman, tantangan, dan keberhasilan dalam memulai, mengelola, dan mengembangkan usahanya. Peserta juga diberikan wawasan tentang pentingnya keberanian untuk memulai usaha, mengikuti tren pasar, dan membangun mitra bisnis.
Materi berikutnya tentang Business Model Plan dipresentasikan oleh M. Reza Ar-rizky, M.SE. AK., CA. selaku Accounting & bussiness Consultant, yang menekankan pentingnya perencanaan bisnis khususnya dibidang akuntasi dan keuangan. Juga tidak kalah menarik materi yang disampaikan oleh M. Zainal Abidin, S.ST. yang merupaka Digotal Marketing Specialist, bahwa dalam memulai bisnis harus tahu pasar saat ini sedang membutuhkan apa, sehingga pada saat produk sudah jadi kan mudah dalam pemasarannya. Tentunya sebagai pelaku bisnis juga harus selalu menjalin relasi dengan semua kalangan sehingga akan membantu dalam pemasaran produknya.
Dengan adanya Workshop Bisnis Aplikasi Syariah ini diharapkan UMKM di sentra industri rumah tangga khususnya di kalangan pesantren dapat lebih siap menghadapi tantangan bisnis dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasaran. (Muf)