MALANG – (15/11/2023) Kerukunan dan kemiskinan merupakan dual hal penting yang menjadi amanat presiden (pemerintah pusat) kepada pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Antara keduanya memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisah. Untuk menciptakan kondisi yang harmonis dan damai di kota Malang khususnya, dua hal ini penting untuk diperhatikan.
Pentingnya keterkaitan antara masalah kerukunan dan kemiskinan tersebut disampaikan oleh Kabag Kesra, Drs. H. Mabrur yang mewakili Wali Kota Malang dan tampil sebagai narasumber pertama dalam Sarasehan Ulama-Umaro, Tokoh Ormas dan Pesantren yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Malang di Hotel Sahid Montana pada RAbo 15 Nopember 2023.
Menurut Drs. H. Mabrur, bahwa keterkaitan antara kemiskinan dan kerukunan antar sesama menjadi suatu realitas kompleks yang dapat mempengaruhi dinamika sosial suatu masyarakat. “Kemiskinan seringkali menciptakan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan peluang, yang dapat menimbulkan ketegangan dan konflik antar individu atau kelompok,” tegasnya.
Di sisi lain, kerukunan antar sesama menjadi kunci penting dalam mengatasi tantangan kemiskinan, karena solidaritas dan saling dukung antar anggota masyarakat dapat membentuk jaringan sosial yang mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Oleh karena itu, lebih lanjut Drs. H. Mabrur menegaskan bahwa memahami dan mengatasi kemiskinan tidak hanya memerlukan pendekatan ekonomi, tetapi juga melibatkan upaya untuk membangun kerukunan sosial yang kuat guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua warganya.
“Menciptakan suasana yang damai di kota Malang ini, tidak dapat dilepaskan dari masalah kemiskinan dan kerukunan itu,” tukasnya.