Malang, 4 Oktober 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang sukses menyelenggarakan acara Sarasehan Memperkokoh Ukhuwah Insaniyah bersama berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) pemuda Islam yang berlangsung hari ini di hotel The 1O1 OJ Malang.
Acara ini dihadiri oleh puluhan perwakilan dari ormas pemuda Islam seperti GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, IPNU, IPPNU, IPM dan lainnya. Dengan mengusung semangat kebersamaan dan toleransi, sarasehan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antar elemen pemuda Islam serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan umat.
Ketua MUI Kota Malang bidang Ukhuwah, kerjasama Ulama-Umaro’ dan Hubungan Antar Ummat Beragama, KH. Ahmad Taufiq Kusuma selaku ketua panitia penyelenggara kegiatan sarasehan ini , dalam sambutannya menegaskan pentingnya ukhuwah insaniyah sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis. “Ukhuwah insaniyah bukan hanya soal persaudaraan sesama Muslim, tetapi juga mencakup seluruh umat manusia. Pemuda Islam harus menjadi pelopor dalam merawat keberagaman dan mencegah perpecahan,” ujarnya.
Sarasehan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat dialog. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan kebangsaan, peran pemuda dalam dakwah digital, serta strategi kolaboratif dalam menghadapi isu-isu sosial keummatan. Acara juga diwarnai banyaknya usulan dari berbagai elemen ormas pemuda yang hadir, agar MUI Kota Malang memfasilitasi keberlanjutan kegiatan semacam ini dan juga perlu adanya deklarasi komitmen bersama untuk menjaga ukhuwah dan memperkuat sinergi antar organisasi, khususnya di Kota Malang.
Hadir juga dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Malang periode 2025-2030 Ali Muthohirin,S.Sy. sekaligus sebagai keynote speaker sarasehan kali ini. Dalam sambutan dan paparan materinya beliau menyampaikan pentingnya generasi muda untuk lebih meluaskan pemahaman berorganisasinya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, golongan, suku, agama ataupun ras semata tetapi lebih luas lagi mencakup kepentingan kesejahteraan & keselamatan ummat kemanusiaan. Karena di era digital ini, kadangkala masalah sepele jadi besar hanya karena viral, dan masalah besar tidak menutup kemungkinan menjadi sepele karena tidak memiliki alogaritma yang bagus di media sosial. Sehingga bisa jadi gesekan kecil antara kita dengan tetangga, dengan teman atau bahkan dengan orang lain apalagi beda agama, akan menjadi bumerang yang dapat mengancam ketentraman banyak pihak. Oleh karenanya dalam kesempatan ini beliau juga mengutip ungkapan Sayyidina Ali ra. “bisa jadi kita tidak bersaudara dalam se-agama akan tetapi ingatlah kita tetap bersaudara sebagai sesama manusia” ujarnya.
Selain itu juga hadir sebagai narasumber, seorang tokoh muda ketua Anshor PCNU Kota Malang, Sugiyanto, S.Sos. yang mana dalam ulasannya menyampaikan pentingnya kawula muda untuk menggunakan standard ganda dalam berorganisasi & bermedia sosial. Yakni, satu prinsip-prinsip ajaran Islam dan yang kedua adalah prinsip berbangsa dan bernegara yang terangkum dalam Pancasila. Dengan dua prinsip tersebut, maka generasi muda tidak akan mudah diombang-ambingkan, apalagi dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang bersifat politis belaka.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MUI Kota Malang berharap dapat menjadi jembatan penghubung antar elemen pemuda Islam untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Dan kedepan MUI Kota Malang akan terus berjuang ikut serta membentengi generasi muda dari ancaman ideologi kiri yang datang, baik dari dalam maupun dari luar. Semoga Allah SWT memberi ma’unah kepada kita semua dalam rangka berjuang untuk kemaslahatan ummat manusia. Aamiin. (muf)