MALANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menggelar Sarasehan bertema “Penguatan Mental Remaja Gen Z” pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung D3 Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM), dengan diikuti oleh mahasiswa dan perwakilan unsur ormas kepemudaan, serta remaja Masjid.
Sarasehan ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi Z, khususnya dalam menjaga ketahanan mental di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta derasnya arus informasi di era digital.
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Hj. Muslihati, M.Pd. yang merupakan Guru Besar Universitas Negeri Malang dan dr. Winarni, SpKJ. yang juga merupakan Dosen serta Dokter Aktif di RS Saiful Anwar & Lavalette Kota Malang. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para peserta. Mahasiswa dan pemuda diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan generasi muda saat ini.
Selain kedua Narasumber yang berkompeten di bidangnya tersebut, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dewan Pimpinan MUI Kota Malang yang dalam hal ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Dr. KH. M. Khasairi, M. Pd. Dan Ketua Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Keluarga yakni Prof. Dr. KH. Abdul Haris, MA. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Syari’at Islam hakikatnya juga dalam rangka menjaga kesehatan mental. Sebagaimana baginda Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan dalam sabdanya yang intinya bahwa di dalam diri manusia terdapat hati yang mana jika hati ini baik maka baik pula seluruh jasadnya dan sebaliknya jika hati ini buruk, maka buruk pula seluruh jasadnya. Oleh karenanya penting bagi kita menjaga hati agar tetap bersih-suci, sehingga nantinya mampu menghadapi ujian hidup dan selalu memunculkan perilaku yang baik bagi pemiliknya.
Melalui forum tersebut, peserta didorong untuk memiliki ketahanan mental, kemampuan menghadapi berbagai tantangan, serta kesadaran akan pentingnya membangun lingkungan yang mendukung perkembangan positif generasi muda.
Sarasehan juga menekankan pentingnya peran bersama dalam pembinaan remaja. Tidak hanya keluarga, tetapi juga lingkungan pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan dinilai memiliki peran dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda.
Dari kegiatan tersebut, terbangun komitmen pembinaan remaja sebagai salah satu hasil utama sarasehan. Komitmen ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat perhatian dan pendampingan terhadap mahasiswa serta pemuda, khususnya dalam menghadapi tantangan mental dan sosial di era digital.
MUI Kota Malang melalui kegiatan ini turut mendorong generasi muda agar mampu berkembang menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Sarasehan diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan pembinaan yang melibatkan generasi muda secara aktif dan berkelanjutan.