Perpindahan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang ke Gedung Islamic Center bukan sekadar perubahan lokasi administrasi. Momentum tersebut dimaknai sebagai awal penguatan kolaborasi antarlembaga keumatan. Semangat itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Tasyakuran Bersama yang digelar pada Senin (20/7/2026) di Kantor MUI Kota Malang, Gedung Islamic Center Lantai 2, Jalan Raya Sempalwadak, Arjowinangun, Kedungkandang.
Rapat yang dihadiri jajaran Dewan Pengurus Harian MUI Kota Malang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tidak hanya membahas teknis pelaksanaan acara, tetapi juga merumuskan arah dan makna tasyakuran sebagai simbol rasa syukur atas hadirnya pusat aktivitas baru bagi MUI Kota Malang. Kehadiran kantor di kawasan Islamic Center diharapkan semakin memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam rapat adalah penguatan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang. Ketiga lembaga tersebut sepakat bahwa kolaborasi menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial-keagamaan. Karena itu, Tasyakuran Bersama dirancang bukan hanya sebagai seremoni, melainkan sebagai momentum untuk mempererat koordinasi dan membangun komitmen bersama dalam melayani umat.
Dalam pembahasan rapat, berbagai aspek pelaksanaan kegiatan menjadi perhatian bersama. Mulai dari susunan acara, pembagian tugas, kesiapan tempat, hingga pelibatan para tokoh agama dan mitra strategis dibahas secara rinci. Setiap bidang diberikan tanggung jawab yang jelas agar seluruh rangkaian acara dapat terlaksana secara tertib, khidmat, dan memberikan kesan yang baik bagi seluruh tamu undangan.
Lebih dari sekadar menempati gedung baru, keberadaan MUI Kota Malang di Islamic Center dipandang sebagai peluang untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Lokasi yang representatif diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas keulamaan, penguatan dakwah, pembinaan umat, hingga pengembangan program kolaboratif bersama berbagai organisasi dan lembaga keislaman.
Rapat koordinasi juga menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat soliditas internal pengurus. Beragam gagasan dan masukan yang disampaikan peserta menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan Tasyakuran Bersama sebagai awal lahirnya kerja sama yang lebih produktif di masa mendatang. Semangat gotong royong dan saling melengkapi menjadi nilai yang mewarnai jalannya pembahasan hingga rapat berakhir.
Melalui rapat koordinasi ini, MUI Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tasyakuran Bersama yang akan dilaksanakan bersama BAZNAS dan DMI Kota Malang diharapkan menjadi simbol dimulainya babak baru sinergi kelembagaan yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial yang harmonis di Kota Malang.
© 2021 MUI Kota Malang, | Komisi Informasi dan Komunikasi