MALANG — Komisi Pendidikan dan Penelitian MUI Kota Malang berkolaborasi dengan Komisi Dakwah, Seni Budaya dan Infokom MUI Kota Malang menggelar kegiatan Sekolah Dakwah Kreatif pada Senin, 10 Agustus 2026. Bertempat di Ruang Bhineka Tunggal Ika Gedung Islamic Center Lt. 1 Kota Malang, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda, khususnya da’i muda dan aktivis dakwah, untuk mengembangkan kreativitas dakwah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Ketua Bidang Pendidikan & Penelitian MUI Kota Malang, Drs. KH. M. Nursalim, M.Pd. menyatakan bahwa Kegiatan Sekolah Dakwah Kreatif diselenggarakan sebagai bagian dari upaya MUI Kota Malang dalam mendorong lahirnya generasi dai yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan dan kemampuan berdakwah secara konvensional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat di era digital.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa Narasumber yang kompeten dibidangnya, yakni antara lain : Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd., Dr. (Cand) Angga Dwi Mulyanto, M.Si., Dr. H. Zulkarnain, SH., M.H. serta Dadik Wahyu Chang owner Utero gRoup.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi pendukung dalam produksi konten dakwah. Peserta diperkenalkan pada berbagai potensi AI yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses menemukan ide, menyusun materi, mengembangkan naskah, hingga menghasilkan konten dakwah yang kreatif dan menarik untuk media sosial.
Melalui pendekatan praktik, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi AI, tetapi juga diarahkan untuk menggunakannya secara produktif dalam aktivitas dakwah. Hasilnya, peserta mampu menghasilkan konten dakwah berbasis AI yang dapat dikembangkan dan disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menjadikan media sosial sebagai ruang dakwah yang lebih positif, edukatif, dan relevan dengan karakter generasi muda. Perkembangan media digital dinilai membuka peluang yang luas bagi para da’i untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat dengan cara yang lebih kreatif dan mudah diterima.
Komisi Pendidikan dan Penelitian bersama Komisi Dakwah, Seni Budaya dan Infokom MUI Kota Malang mendorong agar para peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya dalam memproduksi konten dakwah.
Sekolah dakwah kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu mewarnai ruang digital dengan pesan-pesan keislaman yang moderat, inspiratif, dan mencerdaskan. Dengan memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab, dakwah diharapkan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat serta menjangkau generasi yang semakin akrab dengan dunia digital.
Melalui kolaborasi lintas komisi tersebut, MUI Kota Malang terus berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan etika dalam pemanfaatan teknologi.