MALANG – (15/11/2023) Perdamaian melibatkan kondisi internal manusia dengan pikiran damai, menjadi penangkal konflik. Ini juga mencakup komitmen kelompok untuk saling menghormati perbedaan, menciptakan keadilan dan keselamatan. Perdamaian dalam Islam mengajak umatnya untuk hidup tanpa kekerasan, memelihara harmoni, dan merangkul kerukunan sebagai ajaran hakiki.
Hal itu diungkapkan oleh Prof. Dr. H. M. Mas’ud Sa’id, MM., Ph.D., dalam acara sarasehan Ulama-Umaro, Ormas Islam dan Pondok Pesantren di Kota Malang, yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang di Hotel Sahid Montana pada Rabu, 15 Nopember 2023.

Prof. Mas’ud Sa’id menjelaskan bahwa perdamaian bukan hanya tentang ketiadaan konflik atau perang, tetapi juga mencakup kondisi internal manusia yang memiliki pikiran damai terhadap dirinya sendiri dalam menghadapi situasi tertentu. “Pribadi yang halus, selesai dengan dirinya. Inner peace bisa menjadi penangkal perdamaian,” katanya.
Perdamaian, menurut Prof. Mas’ud Sa’id, adalah komitmen sekelompok orang untuk saling menghormati perbedaan dan hidup dalam harmoni meskipun terdapat keragaman di antara mereka. “Perdamaian adalah terciptanya sisi keadilan di semua bidang, termasuk kesamaan dan saling menjaga keselamatan,” tambahnya.
Beliau juga menekankan bahwa Islam adalah agama keselamatan dan perdamaian. Ajaran Islam mendorong umatnya dan seluruh umat manusia untuk menjaga harmoni dan kerukunan. “Ajaran Islam yang hakiki adalah agama yang memelihara harmoni dan kerukunan,” ujar Prof. Mas’ud Sa’id.
Menurutnya, perdamaian bukan hanya sekadar situasi yang berbeda, tetapi juga bagaimana situasi tersebut disikapi dengan rasa saling menghormati dan hidup tanpa kekerasan, pemaksaan, dan gejolak perang. Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan dalam semangat saling menghormati, memahami perbedaan, dan menciptakan lingkungan yang aman serta damai.
Acara sarasehan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana peserta dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai konsep perdamaian dalam konteks Islam dan bagaimana masyarakat dapat berkontribusi dalam mewujudkannya. Sarasehan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.