MALANG – (10/3/2024) Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menghadiri undangan acara Istighotsah Harmoni Kebangsaan dengan tema “Merajut Ukhuwah Menyambut Ramadhan 1445H”. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan Polda Jatim, pada Sabtu, 9 Maret 2024, di Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan shalawat mahallul qiyam, diikuti oleh menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci al-Qur’an, sambutan-sambutan, istighotsah, tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Umum MUI Pusat, dan ditutup dengan doa.
Jajaran Pengurus MUI Kota Malang yang turut hadir dalam acara tersebut meliputi Dr. KH. Moh Khasairi, M.Pd. (Wakil Ketua Umum), Drs. H. Mokh. Nursalim, M.HI (Ketua), Ir. H. Yunar Mulya HK, M.M. (Bendahara Umum), dan M. Faisol Fatawi (Sekretaris).
Partisipasi MUI Ko Malang dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan yang bertujuan untuk merajut ukhuwah dan mempererat persatuan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Selain itu, acara ini juga memberikan ruang untuk bersama-sama berdoa dan memohon keberkahan di bulan penuh berkah tersebut.
Wakil Ketua Umum MUI Kota Malang, Dr. KH. Moh Khasairi, M.Pd., menyatakan bahwa kehadiran mereka di acara ini merupakan wujud dari komitmen Majelis Ulama Indonesia, khususnya Kota Malang, dalam memperkuat persatuan umat dan menjaga kerukunan antarwarga negara.
“Ketentraman dan keharmonisan di tengah masyarakat adalah kebutuhan penting untuk membangun bangsa Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menjaga harmoni seperti dalam acara malam ini,” tuturnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya KH. Anwar Iskandar berpesan di hadapan undangan yang dating, bahwa bangsa Indonesia akan menghadapi masa keemasan. Menurutnya, era keemasan bangsa Indonesia sudah di depan mata. Menurut ramalan pakar, jika Indonesia berada pada jalannya seperti sekarang ini, bangsa ini akan menjadi negara terbesar keempat di dunia.
Namun demikian, lanjut KH. Anwar Iskandar, untuk mencapai masa keemasan tersebut ada syaratnya. Diantaranya, kita (masyarakat) harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta para pimpinannya tidak melakukan korupsi.
“Ada syaratnya, masa keemasan itu bisa diwujudkan dengan menjaga persatuan dan para pemimpinnya tidak korupsi,” tegasnya.
Acara Istighotsah Harmoni Kebangsaan ini menjadi wahana yang bermanfaat dalam mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.